Hari ini saya pulang sekolah menggunakan angkot. Cuaca mendung, anginnya kencang, dan kendaraan padat tidak karuan, dan gerimuis juga mulai turun. Sungguh cuaca yang buruk!
Saya aman di dalam mobil angkot. Dengan santai saya alihkan pandangan ke luar jalan. Ada suatu objek yang sungguh membuatku prihatin dan berfikir, "Apa semua akan baik-baik saja?"
Pertanyaan ini hanya saya pendam. Siapa yang akan bisa menjawab, jika suasana yang saya lihat adalah sangat tidak indah dan sangat memprihatinkan.
Di saat angkotku melewati jembatan jalan, saya alihkan perhatian ke sungai. Sungguh pemandangan yang tidak membuat perasaan menjadi bahagia.
Sungai itu sungguh kotor! Sampah besar maupun kecil menumpuk di tepi sungai. Kadang juga ada di tengah sungai karena tersangkut batu dan sebagainya.
Airnya yang keruh kecoklatan, membuat pemandangan itu semakin menjijikan. Ada seorang masuk kedalamnya. Dia hendak buang air! Betapa kotornya sungai itu!
Saya berfikir, di cuaca yang seperti ini, dalam keadaan hujan dan mendung pun sudah menampakkan betapa besarnya hujan kali ini, apakah sungai itu bisa menampung banyaknya air yang masuk ke dalamnya?
Apakah air yang di tampungnya itu dapat mengalir sempurna? Apakah kotoran-kotoran itu akan hilang begitu saja dan tidak akan mencemari sungai itu?
Sesungguhnya sungai itu adalah habitat yang baik untuk makhluk seperti ikan dan bakteri-bakteri penghancur. Tapi jika kotoran yang di dalamnya begitu besar dan banyak, apakah ikan di dalamnya akan hidup dan bernafas di dalam air dengan laluasa?
Apakah bakteri-bakteri pengurai mampu mengurai semua kotoran yang ada di sana?
Dari mana ini berawal? Apakah dari para pembuang sampah? Atau sampah itu yang jalan sendiri? Atau angin yang membawanya kesana? Kita sudah tau jawaban pastinya. Jawabnya adalah SIAPA PUN YANG PERNAH MEMBUANG SAMPAH DI SUNGAI.
Saya pun juga pernah membuang sampah di sana. Tapi kini saya sadar. Jika itu di lakukan dengan terus menerus, ini akan berampak buruk bagi siapa pun yang ada di sekitarnya.
Janganlah kita melihat pada cermin saja! Jangan kita bercermin betapa cantiknya kita! Jangan melihat betapa tampannya kita! Jika kita tidak bertindak bersih utuk lingkungan kita!
Kasihan lingkungan kita. Kita hidup sangat membutuhkan alam. Kita tidak akan hidup tanpa mereka. Begitu pun mereka. Merekajuga akan mati tanpa kita melindunginya.
Suatu saat mereka akan marah dan membalas perbuatan kita. Contohnya banjir. Kalau sudah banjir siapa yang disalahkan? PEMERINTAH? PETUGAS KEBERSIHAN yang tidak melaksanakan tugasnya?
Yang harus disalahkan adalah KITA YANG MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN.
Saya aman di dalam mobil angkot. Dengan santai saya alihkan pandangan ke luar jalan. Ada suatu objek yang sungguh membuatku prihatin dan berfikir, "Apa semua akan baik-baik saja?"
Pertanyaan ini hanya saya pendam. Siapa yang akan bisa menjawab, jika suasana yang saya lihat adalah sangat tidak indah dan sangat memprihatinkan.
Di saat angkotku melewati jembatan jalan, saya alihkan perhatian ke sungai. Sungguh pemandangan yang tidak membuat perasaan menjadi bahagia.
Sungai itu sungguh kotor! Sampah besar maupun kecil menumpuk di tepi sungai. Kadang juga ada di tengah sungai karena tersangkut batu dan sebagainya.
Airnya yang keruh kecoklatan, membuat pemandangan itu semakin menjijikan. Ada seorang masuk kedalamnya. Dia hendak buang air! Betapa kotornya sungai itu!
Saya berfikir, di cuaca yang seperti ini, dalam keadaan hujan dan mendung pun sudah menampakkan betapa besarnya hujan kali ini, apakah sungai itu bisa menampung banyaknya air yang masuk ke dalamnya?
Apakah air yang di tampungnya itu dapat mengalir sempurna? Apakah kotoran-kotoran itu akan hilang begitu saja dan tidak akan mencemari sungai itu?
Sesungguhnya sungai itu adalah habitat yang baik untuk makhluk seperti ikan dan bakteri-bakteri penghancur. Tapi jika kotoran yang di dalamnya begitu besar dan banyak, apakah ikan di dalamnya akan hidup dan bernafas di dalam air dengan laluasa?
Apakah bakteri-bakteri pengurai mampu mengurai semua kotoran yang ada di sana?
Dari mana ini berawal? Apakah dari para pembuang sampah? Atau sampah itu yang jalan sendiri? Atau angin yang membawanya kesana? Kita sudah tau jawaban pastinya. Jawabnya adalah SIAPA PUN YANG PERNAH MEMBUANG SAMPAH DI SUNGAI.
Saya pun juga pernah membuang sampah di sana. Tapi kini saya sadar. Jika itu di lakukan dengan terus menerus, ini akan berampak buruk bagi siapa pun yang ada di sekitarnya.
Janganlah kita melihat pada cermin saja! Jangan kita bercermin betapa cantiknya kita! Jangan melihat betapa tampannya kita! Jika kita tidak bertindak bersih utuk lingkungan kita!
Kasihan lingkungan kita. Kita hidup sangat membutuhkan alam. Kita tidak akan hidup tanpa mereka. Begitu pun mereka. Merekajuga akan mati tanpa kita melindunginya.
Suatu saat mereka akan marah dan membalas perbuatan kita. Contohnya banjir. Kalau sudah banjir siapa yang disalahkan? PEMERINTAH? PETUGAS KEBERSIHAN yang tidak melaksanakan tugasnya?
Yang harus disalahkan adalah KITA YANG MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN.





















![[C]-TaNk Blog](http://i847.photobucket.com/albums/ab31/saizo93/logo1.gif)










3 tanggapan:
hayooo buang sampah pada tempatnyaa hehehehe :) mulai sadar, kalau gitu jangan lagi diulang yaaaa.
Mungkin karena kita juga belum menyediakan tempat sampah di semua sudut kota, lagian, budaya kita masih asal buang tempat sampah.
Tapi, semua itu bermula dari kita sendiri, mulai dari diri sendiri dulu deh.. nanti pasti orang lain kecipratan.. :)
@ata: wkwkwk, iya ayooo sadar diri. buang sampah pada tempatnya yah...
@gek: iya setuju. mulailah dari diri sendiri. misal semua orang berfikir seperti itu, sooo...., bumi kita cepat atau lambat akan bersih lagi..., jadi seneng kan?
ayooo gerakan bersih bumi!!
Poskan Komentar
Thanks for your comment.. :)
Kalau bisa langganan post ini agar bisa melihat recent post yang masuk ke post ini.
Terima kasih...
~phiendpuz.blogspot.com