Suka makan ikan? Bagi pencinta ikan laut, hal ini perlu diperhatikan. Terutama sekarang lagi musim hujan.
Loh apa hubungannya musim hujan dengan ikan?
Pada saat ikan ditangkap dan disaring oleh nelayan, ikan tentu mulai dipersiapkan untuk di jual ke pasar ikan. Nah, proses yang dilakukan salah satunya adalah pengeringan. Sudah pasti ikan-ikan itu harus dikeringkan agar ikan itu awet. Pengeringan dilakukan dengan menggunakan garam dengan jumlah yang banyak.
Pengeringan seperti itu membuat ikan menjadi kering dan keras. Orang-orang tidak suka ikan yang dikonsumsi adalah ikan yang kesing dan keras. Mereka inginkan ikan yang segar dan tidak keras. Sehingga para petani bersusahpayah mengatur kadar garam yang dipakai. Tetapi para petani inginkan yang mudah dan cepat namun hasilnya memuaskan.
Mereka menggunakan formalin yang dilarang digunakan untuk makanan. Sehingga ikan-ikn tetap segar dan tidak mudah busuk. Nah, khususnya musim hujan. Di musim hujan sangat susah sekali untuk melakukan proses pengeringan. Ikan tidak akan kering dalam waktu 1-2 hari. Maka ikan diawetkan dengan menggunakan formalin.
Untuk apa sebenarnya formalin itu?
- Pembunuh kuman sehingga dimanfaatkan untuk pembersih : lantai, kapal, gudang, dan pakaian.
- Pembasmi lalat dan berbagai serangga lain.
- Bahan pada pembuatan sutra buatan, zat pewarna, cermin kaca, dan bahan peledak.
- Dalam dunia fotografi biasanya digunakan untuk pengeras lapisan gelatin dan kertas.
- Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea.
- Bahan untuk pembuatan produk parfum.
- Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku.
- Pencegah korosi untuk sumur minyak.
- Bahan untuk insulasi busa.
- Bahan perekat untuk produk kayu lapis (plywood).
- Cairan pembalsam (pengawet mayat).
- Dalam konsentrasi yang sangat kecil (< 1%) digunakan sebagai pengawet untuk berbagai
barang konsumen seperti pembersih rumah tangga, cairan pemcuci piring, pelembut, perawat sepatu, sampo mobil, lilin dan pembersih karpet.
Apa dampak formalin pada tubuh?
- Akut : efek pada kesehatan manusia langsung terlihat : seperti iritasi, alergi, kemerahan, mata berair, mual, muntah, rasa terbakar, sakit perut dan pusing.
- Kronik : efek pada kesehatan manusia terlihat setelah terkena dalam jangka waktu yang lama dan berulang : iritasi kemungkin parah, mata berair, gangguan pada pencernaan, hati, ginjal, pankreas, system saraf pusat, menstruasi dan pada hewan percobaan dapat menyebabkan kanker sedangkan pada manusia diduga bersifat karsinogen (menyebabkan kanker).
Mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung formalin, efek sampingnya terlihat setelah jangka panjang, karena terjadi akumulasi formalin dalam tubuh.
Nah, cara membedakan ikan itu mengandung formalin atau tidak coba kita cek ikan basah yang warnanya putih bersih, kenyal, insangnya berwarna merah tua bukan merah segar, awet sampai beberapa hari dan tidak mudah busuk. Satu lagi, Ikan itu tidak dihinggapi lalat.
Bayangkan saja. Lalat saja tidak mau ikan berformalin. Mengapa kita doyan makanan yang berformalin.




















![[C]-TaNk Blog](http://i847.photobucket.com/albums/ab31/saizo93/logo1.gif)










0 tanggapan:
Poskan Komentar
Thanks for your comment.. :)
Kalau bisa langganan post ini agar bisa melihat recent post yang masuk ke post ini.
Terima kasih...
~phiendpuz.blogspot.com